Kopi di Vatikan

Comments Off on Kopi di Vatikan

Untitled Document


Kopi pernah dilarang untuk diminum oleh pembesar agama Islam di Mekkah dan juga di Vatikan pada masa sebelum Pope Clement II.
Bahkan pembelian kopi pada jaman itu harus menggunakan resep dokter.

Kopi dianggap memberikan rangsangan langsung pada tubuh manusia, malah pernah di sebut sebagai “the devil’s cup”

Kita harus berterima kasih pada Pope Clement II karena, beliau berhasil meyakinkan kalayak pada saat itu bahwa kopi adalah minuman yang layak untuk di nikmati dan tidak memberikan efek memabukan seperti minuman keras.

Sejak saat it masyarakat mulai menjadikan kopi sebagai salah satu dari ritual keseharian mereka. Karena mereka tidak perlu lagi merasa berdosa meminumnya, dan juga tidak perlu bersusah-susah untuk memberli bubuk kopi, karena tidak memerlukan resep dokter lagi.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Kopi dan Jantung

Leave a comment

Untitled Document


Kopi mengandung Anti Oksidan yang di perlukan oleh tubuh kita untuk menjaga kesehatan dan metabolisme sel-sel tubuh.
Bila di minum dengan benar, kopi dapat membantu Anda menjaga keseimbangan kesehatan Anda.

Kadar Anti Oksidan yang dimiliki kopi dapat membantu Anda mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti contohnya pada JANTUNG.


Loh, bukannya seseorang yang berpenyakit jantung di larang minum kopi?

Memang benar !!!
Yang terdeteksi mengindap Jantung Coroner sudah pasti tidak di perbolehkan mengkonsumsi kopi dalam jumlah tertentu.
Namun, bagi yang memiliki family history berkaitan dengan Jantung dan Stroke, mengkonsumsi kopi sehari 1 – 2 cangkir akan menyebabkan Anda terhindar dari resiko Stroke.
Faktanya, kadar Anti Oksidan yang di kandung kopi jauh lebih tinggi dibanding dengan Blueberry.
Sesaat setelah kita mengkonsumsi kopi, tekanan pada darah dan denyut jantung akan meningkat namun beberapa saat kemudian KOPI justru akan menurunkan tekanan darah kita hingga stabil. Hal ini di sebabkan karena Asam Nitrat di dalam tubuh kita di aktifkan oleh caffeine yang mempu melebarkan pembuluh darah.


Kopi memang nikmat, dan hidup ini indah untuk dinikmati
.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Kopi di Brasil

Leave a comment

Untitled Document


Pemerintah Brasil pada sekitar tahun 1727 berniat untuk menurunkan harga kopi.
Karena pada masa itu kopi masih sangat langka, dan kopi menjadi minuman mahal konsumsi kalangan elit saja.

Kemudian Pemerintah Brazil mengutus agen khusus Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta untuk mendapatkan bibit kopi dari Perancis dan di bawa pulang ke tanah Brasil untuk di budidayakan.
Karena penjagaan di perkebunan kopi Perancis sangat ketat, maka Francisco de Melo menggunakan taktik lain. Dia berhasil mendekati istri gubernur di kota Paris saat itu, dan meminta istri Gubernur untuk membuatkan Bouquet besar yang terbuat dari kembang pohon kopi sebagai hadiah kepulanganya ke Brasil.

Dengan pucuk-pucuk bunga kopi dalam bentuk Bouquet inilah Brasil mengawali keberhasilan mereka dalam mengembangkan perkebunan kopi.
Bouque tersebut menjadi cikal bakal tanaman kopi di hampir seluruh perkebunan Brasil yang berhasil menduduki tempat terhormat di pasaran kopi dunia.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Kopi di Eropa

Leave a comment

Untitled Document


Untuk pertama kalinya, biji kopi secara resmi masuk ke Eropa pada tahun 1615.
Seorang Saudagar besar asal Venesia membawa biji kopi yang masih segar dalam jumlah besar dari Turki ke Belanda. Naluri bisnis Saudagar Venesia ini sangat bagus, sehingga pada tahun 1616 dengan biji kopi yang dibawanya tadi, mulai membuat perkebunan kopi.
Dan dengan melihat keberhasilan perkebunan di Belanda tadi, pada tahun 1690 Belanda memutuskan untuk mengkultivasi biji kopi secara besar-besaran di Indonesia, tepatnya di Pulau Jawa, yang pada saat itu merupakan jajahan Kolonial Belanda.

Kemudian, pada sekitar tahun 1714, Belanda membawa oleh-oleh untuk Raja Perancis Louis XIV dari negara jajahannya di Asia, yang di sumbangkan sebagai pelengkap koleksi kebun kerajaan di Botanical Royal Paris Garden atau yang lebih di kenal dengan sebutan Jardin des Plantes.
Pada saat itu sempat ada plot pencurian yang di dalangi oleh Gabriel Mathien d’ Clien seorang pelaut yang membawa tanaman tersebut dari Asia untuk di persembahkan pada Raja Louis XIV.
Pada awalnya, Gabriel meminta secara resmi kepada Raja untuk memberikan beberapa pohon kopi dari Jardin des Plates tersebut untuk di bawa pulang ke kampung halaman nya di Martinuque. Namun karena permintaan Gabriel di tolak oleh Raja, maka Gabriel bersama pasukanya memimpin operasi pencurian pohon kopi tersebut dari Jardin des Plantes.

Keberhasilan Gabriel membawa pohon kopi ke Martinuque merupakan kisah awal kebesaran nama kopi di dunia perkebunan. Ternyata pembudidayaan kopi di sana sangat berhasil, terbukti dalam kurun waktu 50 tahun, Martinuque telah menghasilkan 18 juta pohon kopi dengan berbagai veritas bahkan menjadi salah satu sumber kekayaan kopi dunia.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Kopi di India – Baba Budan

Leave a comment

Untitled Document


Baba Budan, melihat kesempatan bisnis baru di Arab pada sekitar abad ke 16 dengan kopi. Karena Minuman Keras dilarang di wilayah Arab, maka sebagai gantinya, mereka selalu menyajikan kopi di setiap acara pertemuan sosial.

Pada saat itu peraturan Arab sangat ketat, dimana biji kopi tidak di perkenankan meninggalkan wilayah Arab dalam kondisi masih sebagai biji kopi. Mereka hanya memperbolehkan pedagang membaya kopi olahan yang sudah jadi keluar dari Arab.
Namun, Baba Budan berhasil menyelundupkan 7 biji kopi ke luar dari wilayah Arab dengan menyembunyikannya di dalam lipatan ikat bajunya, dan membawanya sampai ke negeri India.
Sesampainya di India, Baba Budan menanamkan biji kopi tersebut di bukit Mysore, yang nantinya merupakan cikal bakal perkebunan besar di seluruh wilayah India.

Sejak saat itu, monopoly perdagangan kopi oleh Arab berakhir sudah. Tentara Belanda berhasil membawa benih kopi Baba Budan tersebut mnyeberangi samudra sampai ke wilayah Indonesia dan Ceylon.


Mulailah kebiasaan minum kopi menjadi trend di seluruh dunia.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Jurusan Penerbangan

Leave a comment

Untitled Document


Malam itu di dalam sebuah got ada seekor ibu tikus dan anak tikus.

Anak tikus melihat seekor kelelawar terbang diatasnya dan kemudian bertanya kepada ibu tikus.

“ibu, apa itu yang diatas?”
Ibu tikus menjawab, “Ooo, itu kelelawar namanya”
Anak tikus bertanya lagi, “Kok wajahnya mirip kita?”
Ibu tikus pun menjawab, “Sebenarnya kelelawar itu masih sebangsa kita, tapi dia ambil jurusan penerbangan”

contribution from a friend of linalifeblog

Kopi di Arab

Leave a comment

Untitled Document



Bangsa Arab telah memiliki peradapan yang lebih maju bila di bandingkan dengan negara asal kopi ini sendiri yaitu Etiopia. Kebiasaan di Arab pada masa itu, kopi tidak hanya dimasak, tapi juga di rebus dan di ambil sarinya. Pada Abad ke 13M, banyak umat Muslim yang mengkonsumsi minuman kopi ini agar mereka lebih lama terjaga. Kepopuleran kopipun meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam, hingga meluas sampai ke Afrika Utara, Mediterania dan India.
Penyebaran kopi pada saat itu belum dengan cara pembudidayaan. Bangsa Arab selalu meng-export biji kopi ini dalam bentuk biji kering yang telah di masak dan di keringkan, sehingga siap olah. Hal ini menyebabkan penyebaran kopi tidak sejalan dengan penyebaran benih.

Baru pada sekitar tahun 1600-an, seorang peziarah dari India bernama Baba Budan, berinisiatif untuk membawa biji kopi yang masih segar keluar dari Mekah, kemudian mulai membudidayakan tanaman kopi ini di luar wilayah Arab.

by : linalifeblog
dari pengalaman dan inspirasi teman

Older Entries